Peneliti JIMAK Soroti Buruknya Pelayanan RSUD dr. La Palaloi, Sering Tolak Pasien dengan Alasan Kamar Penuh

BORGOL.id, MAROS | Peneliti JIMAK mengungkapkan keprihatinannya terkait pelayanan Rumah Sakit RSUD dr. La Palaloi yang dinilainya sangat jauh dari kata baik. Hal tersebut diungkapkan H. Ahmad Kanto kepada awak media 24 Desember 2023.

H. Ahmad Kanto mengatakan, pada dasarnya, pasien yang datang ke rumah sakit adalah untuk berobat, jangan sampai justru sebaliknya, menjadi tambah sakit karena  pelayanan yang didapatkan kurang baik dan terkesan tidak menyenangkan.

” Seperti yang terjadi pada keluarga saya pada tanggal 19 Desember 2023, mulai dari Puskesmas Bantimurung sampai RSUD dr. La Palaloi tidak mau melayani dan memberikan pertolongan pertama kepada pasien dengan dalih ruangan penuh, keluarga saya malah dirujuk Rumah Sakit  Angkatan Udara. Alhamdulillah pelayanan di RS. Angkatan Udara sangat baik, langsung menindak pasien tanpa banyak pertanyaan dan hal ini sangat berbanding terbalik dengan pelayanan di RSUD dr. La Palaloi “. Jelas H. Ahmad Kanto

Peneliti JIMAK tersebut juga menyampaikan bahwa pihaknya akan terus menyoroti buruknya kinerja Puskesmas Bantimurung dan RSUD dr. La Palaloi dalam melayani pasien.

H. Ahmad Kanto meminta kepada Bupati Maros melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Maros  supaya memberikan sanksi tegas terhadap Puskesmas Bantimurung dan RSUD dr. La Palaloi atas pelayanannya yang kurang baik terhadap pasien.

” Ini sudah sering terjadi kepada pasien dan keluarga pasien, banyak masyarakat sering melaporkan hal ini tapi sekarang saya rasakan sendiri, betul…betul pelayanannya sangat buruk dan tidak menyenangkan dan sering menola pasien dengan alasan kamar penuh”. Tegas H. Ahmad Kanto.

Peneliti JIMAK, H. Ahmad Kanto menegaskan, jika jajaran Dinkes Kabupaten Maros tidak berani memberikan sanksi tegas terhadap pihak RSUD. dr La Palaloi itu patut kita pertanyakan karena masalah ini sudah berlangsung lama.

” Kami minta Bupati bertindak tegas dan mengevaluasi jajaran pejabat Dinkes Maros dan jajarannya karena ini menyangkut nyawa orang “, Pungkas H. Ahmad Kanto. (adt/bgl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *